Sabtu, 19 Maret 2011

Proposal Muswil IMABKIN Wilayah Sumatera

 
PROPOSAL

Seminar Nasional dan Musyawarah Wilayah
Ikatan Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Indonesia
(IMABKIN)







Oleh:
Panitia Pelaksana













JURUSAN BIMBINGAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2011
logo UNPKEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN KONSELING
PANITIA SEMINAR NASIONAL DAN MUSYAWARAH WILAYAH
IKATAN MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA (IMABKIN)
Alamat: Jalan Prof. Dr. Hamka, Kampus UNP, Air Tawar, Padang 25652








Text Box: PENDAHULUAN
 


Perguruan tinggi merupakan suatu lembaga akademik yang di dalamnya berkecimpung warga atau masyarakat yang khas, yakni masyarakat akademik (academic community) dengan lingkungan suasananya yang khas pula, yakni lingkungan suasana akademik (academic atmosphere). Jadi, akademik adalah kata kunci bagi sebuah perguruan tinggi.
Masing-masing perguruan tinggi memiliki program dan kegiatan kemahasiswaan yang biasa disebut ekstrakurikuler, salah satunya adalah bidang organisasi. Organisasi merupakan salah satu bidang program pengembangan diri mahasiswa kearah perluasan wawasan, peningkatan kecendekiawanan dan pengembangan integritas kepribadian yang mantap, sehingga mahasiswa memiliki sikap dan perilaku yang kritis, kreatif, dan mampu bekerja sama. Melalui wahana organisasi ini mahasiswa dapat belajar mengembangkan keterampilan berkomunikasi, mengembangkan jiwa kepemimpinan (belajar memimpin dan dipimpin) mengembangkan daya nalar, kreatifitas, tanggung jawab dan kemandirian.
Organisasi kemahasiswaan ada yang bersifat intra perguruan tinggi (intra universiter), artinya anggotanya adalah mahasiswa dari satu perguruan tinggi dan berkedudukan di dalam kampus perguruan tinggi yang bersangkutan. Namun ada juga yang bersifat ekstra perguruan tinggi (ekstra universiter) yang anggotanya  adalah mahasiswa dari universitas yang berbeda. Salah satunya adalah IMABKIN.
IMABKIN adalah organisasi mahasiswa Bimbingan Konseling di Indonesia yang salah satu tujuannya adalah untuk menjalin komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, agar organisasi ini tetap eksis dan berjalan lancar, maka MUSWIL adalah salah satu syarat agar hal tersebut dapat terjaga.

logo UNPKEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN KONSELING
PANITIA SEMINAR NASIONAL DAN MUSYAWARAH WILAYAH
IKATAN MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA (IMABKIN)
Alamat: Jalan Prof. Dr. Hamka, Kampus UNP, Air Tawar, Padang 25652








Text Box: LANDASAN KEGIATAN
 



·         Tujuan Pendidikan Nasional dalam UU No.20 Tahun 2003
·         UUD 1945 dan Pancasila
·         Tri Dharma Perguruan Tinggi
·         AD/ART IMABKIN Periode 2007-2010
Text Box: TUJUAN 


  • Mempererat tali persaudaraan antar pengurus dan anggota IMABKIN
  • Menyalurkan bakat, kemampuan dan kreativitas mahasiswa
  • Menciptakan komunikasi dan interaksi antar mahasiswa BK se-Indonesia
  • Memasyarakatkan kegiatan HMJ BK FIP UNP kepada mahasiswa se-Indonesia
  • Menjalin silaturahmi antara HMJ BK FIP UNP dengan mahasiswa dan pengurus HMJ dari universitas lain.

Text Box: NAMA DAN TEMA KEGIATAN 



Nama kegiatan ini adalah  Seminar Nasional dan Musyawarah Wilayah Ikatan Mahasiswa Bimbingan Konseling Indonesia dengan tema Peningkatan Profesionalisasi Lulusan Bimbingan Dan Konseling Melalui Penguatan Kapasitas Ikatan Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Indonesia (IMABKIN)
Text Box: SASARAN KEGIATAN 



1.      Pengurus IMABKIN Wilayah Sumatera
2.      Mahasiswa BK se-Sumatera


Text Box: WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAANHari                 : Kamis-Minggu
Tanggal           : 31 Maret-3 April 2011
Waktu             : Pukul 08.00 WIB - selesai
Tempat            : Gedung LPMP Sumatera Barat (dalam kampus UNP)
Text Box: PELAKSANAAN KEGIATAN 



Terlampir
Text Box: SUSUNAN KEPANITIAAN 


Terlampir
Text Box: ANGGARAN BIAYA 


Masing-masing peserta dikenakan biaya sebesar Rp. 250.000,- (Rincian Terlampir)
Text Box: PENDAFTARAN 


Mulai tanggal 5 Februari sampai 31 Maret 2011
Melalui Contact Person: Muhammad Riyadi Nasution          085760768943/081267535789
Sharfina Rahmi                             081374901091/081994182152
Biaya pendaftaran dapat dikirim melalui Bank BRI dengan nomor rekening 126901000943502 atas nama Sriwahyuni.
Pendaftaran ulang/registrasi ulang:
Hari/tanggal                            : Kamis/31 Maret 2011
Tempat                                    : Sekretariat HMJ BK FIP UNP
Waktu                                     : 13.00 WIB-16.00 WIB

Text Box: PENUTUP 

Sesungguhnya silaturahmi dan merapatkan sesuatu dalam sebuah forum adalah suatu keniscayaan untuk melanjutkan estafet organisasi. Kebersamaan dan kekeluargaan hanya dapat diciptakan apabila satu dan lain saling mengenal.
Demikian proposal MUSWIL ini kami buat sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Dukungan, baik moril maupun materil dari berbagai pihak sangatlah diharapkan demi kelancaran acara ini. Demikian atas semua bantuannya disampaikan ucapan terima kasih.


                                   









































logo UNPKEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN KONSELING
PANITIA SEMINAR NASIONAL DAN MUSYAWARAH WILAYAH
IKATAN MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA (IMABKIN)
Alamat: Jalan Prof. Dr. Hamka, Kampus UNP, Air Tawar, Padang 25652
 

Lampiran I

PELAKSANAAN KEGIATAN

NO
ACARA
TEMPAT
WAKTU
KETERANGAN
Kamis, 31 Maret 2011
1
Registrasi ulang, Check In, bersih diri dan istirahat
LPMP
13.00-16.00
Sie. Kesekretariatan
2
Sholat Ashar
LPMP
16.00-16.30

3
Perkenalan
LPMP
16.30-17.30

4
Bersih diri dan Sholat magrib
LPMP
17.30-18.45

5
Pembukaan
Auditorium
18.45-20.00
Sie. Acara
6
Sholat isya
LPMP
20.00-20.30

7
Makan malam
Auditorium
20.30-21.00
Sie Konsumsi
8
Istirahat
Penginapan
21.00-04.30

Jumat, 1 April 2011

Bangun Pagi, sholat subuh dan Bersih Diri
Penginapan
04.30-07.00


Sarapan
LPMP
07.00-08.00
Sie. Konsumsi

Muswil  (pleno I )
Auditorium
08.00-10.00
Sie. Acara

Snack
Auditorium
10.00-10.30
Sie. Konsumsi

Sidang Komisi
Auditorium
10.30-12.00
Sie. Acara

Sholat dzuhur
Auditorium
12.00-13.00


Makan siang
Auditorium
13.00-14.00
Sie. Konsumsi

Muswil  (pleno II)

14.00-16.00
Sie. Acara

Sholat ashar

16.00-16.30


Coffee break

16.30-17.00
Sie. Konsumsi

Bersih Diri dan Sholat magrib

17.00-19.00


Makan malam

19.00-20.00
Sie. Konsumsi

Sholat isya

20.00-20.30


Acara bebas

20.30-21.30
Sie. Acara

Berlayar di atas kapuk

21.30-04.30

Sabtu, 2 April 2011

Bangun Pagi, sholat subuh dan Bersih Diri
Penginapan
04.30-07.00


Sarapan
LPMP
07.00-08.00
Sie. Konsumsi

Pembukaan seminar

08.00-09.00
Sie. Acara

Seminar (materi I)

09.00-10.30


Snack

10.30-11.00
Sie. Konsumsi

Seminar (materi II)

11.00-12.30


Sholat dzuhur

12.30-13.00


Makan siang

13.00-14.00
Sie. Konsumsi

Konsolidasi dan perencanaan Mukerwil

14.00-15.00
Sie. Acara

Penutupan Muswil

15.00-16.00
Sie. Acara

Sholat ashar

16.00-16.30


Coffee break

16.30-17.00
Sie. Konsumsi

Bersih Diri dan Sholat magrib

17.00-19.00


Makan malam

19.00-20.00
Sie. Konsumsi

Sholat isya

20.00-20.30


Acara bebas

20.30-21.30
Sie. Acara

Berlayar di atas kapuk

21.00-04.30

Minggu, 3 April 2011

Bangun Pagi, sholat subuh dan Bersih Diri

04.30-07.00


Sarapan pagi

07.00-07.30
Sie. Konsumsi

Packing and chek out

07.30-08.00


Travelling and Go Home

08.00-selesai


NB: Acara bersifat Tentatif























logo UNPKEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN KONSELING
PANITIA SEMINAR NASIONAL DAN MUSYAWARAH WILAYAH
IKATAN MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA (IMABKIN)
Alamat: Jalan Prof. Dr. Hamka, Kampus UNP, Air Tawar, Padang 25652
 

Lampiran II

SUSUNAN KEPANITIAAN


Pelindung                                                : Dekan FIP UNP
Penasehat                                                : Ketua Jurusan Bimbingan Konseling
Pembimbing                                           : Dosen Kemahasiswaan
Penanggung Jawab Teknis                   : Ketua HMJ BK

     
Panitia Pengarah (SC)
Ketua                               : Wizurai Wirawan (UNM)                   
Anggota                           : Adi Sukardi (UNJ)
                                         : Muhammad Subhan (UNRI)
                                         : Hilda Yati (UNP)

Panitia Pelaksana (OC)
Ketua                               : Muhammad Riyadi
Wakil                               : M. Ilham
Sekretaris I                      : Sharfina Rahmi
Bendahara                       : Sriwahyuni

Sie Acara
Koordinator                     : Lisa Putriani
Anggota                           : Oriza Sativa
                                         : Imalatul Khairat
                                         : Ismail Hasan

Sie Pudekdok
Koordinator                     : Ramdani
Anggota                           : Bayu Harditama
                                         : Agus Rizaldiansyah
                                         : Yulasrimon

Sie Kesekretariatan
Koordinator                     : Tirta Penara Dasli
Anggota                           : Rafiqa Maulida
                                         : Sartika Ariani
                                         : Hermivia Olva
Sie Perlengkapan
Koordinator                     : Hafis Hidayat
Anggota                           : Peni Ramanda
                                         : Anas Kamil
                                         : Habib Kurniawan
                                         : M. Handoko

Sie Humas dan Penggalian Dana
Koordinator                     : Riski Aswir
Anggota                           : Robi Fetual
                                         : Firdaus
                                         : Firman

Sie Konsumsi
Koordinator                     : Weldiana
Anggota                           : Alno Feri
                                         : Gimas Despika
                                         : Ardilla
                                          : Hera Resti Fauzi
                                          : Febrida Yunelti
                                          : Zuraidah Hanum
                                          : Mera Sumiarti

Sie Transportasi dan Akomodasi
Koordinator                     : Verlanda Yuca
Anggota                           : Rahmat Ilham
                                         : Riyo Marten

Sie Keamanan
Koordinator                     : Muhammad April
Anggota                           : Zulia Saputra
                                         : Arif Mauludi
                                         : Suryadi
















logo UNPKEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN KONSELING
PANITIA SEMINAR NASIONAL DAN MUSYAWARAH WILAYAH
IKATAN MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA (IMABKIN)
Alamat: Jalan Prof. Dr. Hamka, Kampus UNP, Air Tawar, Padang 25652
 

Lampiran 3

ANGGARAN PEMBIAYAAN

No.
ANGGARAN
JUMLAH (Rp.)
PEMASUKAN
1
Kontribusi Peserta @ 250.000  x 100
25.000.000
Jumlah
25.000.000

PENGELUARAN
1
Kesekretariatan:


1.         Foto Copy:


·         Surat 150 x @ 100
15.000

·         Susunan Acara 150 x @ 100
15.000

·         Anggara Dana 100 x @ 100
10.000

·         Absen panitia 150 x @100
15.000

·         Absen Peserta 300 x @ 100
30.000

2.      Name Tage


·         Name Tage panitia 44 x @ 3.000
132.000

·         Name Tage Peserta 100 x @ 3.000
300.000

3.      Print


·         Kertas HVS 2 riim x @ 27.000
54.000

·         Tinta print warna 5 x @ 23.000
115.000

4.      Piagam dan sertifikat


·         Piagam kontingen universitas 20 x @ 3.000
60.000

·         Sertifikat Peserta 100 x @ 3.000
300.000

·         Sertifikat panitia 44 x @ 3.000
132.000

5.      Atribut


·         Pin 160 x @ 5.000
800.000

·         Stiker 160 x @ 2.000
320.000
Jumlah
2.298.000
2
1.      Sewa pakaian dan Make-up Penari Pembuka 9 Orang x @ 90.000
810.000

2.      Honor Pemakalah 2 orang x @ 750.000
1.500.000
Jumlah
2.310.000
3
Perlengkapan:


1.    Spanduk Selamat Datang ukuran 4 x1,5 m  x @ 40.000
240.000

2.    Spanduk Acara ukuran 5 x 1,5 m x @ 40.000
300.000

3.    Spanduk seminar ukuran 5 x 1,5 m x @ 40.000
300.000

4.    Baterai mic lepas 5 x @ 8.000
40.000

5.      Raffia 1 Kg
5.000
Jumlah
885.000
4
Pubdekdok:


1.         CD-R 60 mnt. @ 60.000 x 3 buah
180.000

2.         Baterai Alkaline @ 20.000 x 2 buah
40.000
Jumlah
220.000
5
Konsumsi:


1.      Nasi Peserta 10.000 x 10 kali x 100
10.000.000

2.      Snack  peserta dan coffee break 5.000 x 8 kali x 100
4.000.000

3.      Nasi Panitia 9.000 x 9 kali x 44
3.564.000

4.      Snack Panitia 3.000 x 6 kali x 44
792.000

5.      Nasi Pemateri dan Undangan Dosen 15.000 x 15
225.000

6.      Snack Pemateri dan Undangan 5000 x 15
75.000

7.      Konsumsi Undangan Mahasiswa 10.000 x 15
150.000

8.      Air Mineral 16.000 x 15 dus
240.000
Jumlah
19.046.000
6
Humas dan Penggalian Dana:


1.      Map + Photo Copy
60.000

2.      Internet dan Post Faximile
10.000
Jumlah
70.000
7
Transportasi dan Akomodasi:


1.      Bus 1.800.000 x 2
3.600.000

2.      Akomodasi peserta 20.000 x 100
2.000.000

3.      Sewa Kamar Penginapan 36 x 3 malam x @75.000
8.100.000
Jumlah
13.695.000
Total Pengeluaran
38.529.000
GRAND TOTAL
Rp -13.529.000


imabkin

Muswil IMABKIN Wilayah Sumatera

logo UNPKEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN KONSELING

PANITIA MUSWIL

IKATAN MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA (IMABKIN) 2011

Alamat: Jalan Prof. Dr. Hamka, Kampus UNP, Air Tawar, Padang 25652


Nomor : 01/H36.3.11/Muswil IMABKIN/I.I/2011 1 Maret 2011

Lampiran : 1 (satu) Gabung

Hal : Undangan

Kepada Yth: Himpunan Mahasiswa BK se-Sumatera

Di

Tempat

Dengan Hormat;

Bersama ini kami sampaikan bahwasanya Ikatan Mahasiswa Bimbingan Konseling Indonesia Wilayah Sumatera akan mengadakan Musyawarah Wilayah dengan tema “Peningkatan Profesionalisasi Lulusan Bimbingan dan KonselingMelalui Penguatan Kapasitas Ikatan Mahasiswa Binbingan dan Konseling Indonesia (IMABKIN)”. Muswil tersebut akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Kamis-Minggu/31 Maret -3 April 2011

Waktu acara pembukaan : Kamis/31 Maret 2011 Pukul 18.45 WIB

Tempat : Gedung LPMP Sumatera Barat (dalam kampus UNP)

Susunan acara : Terlampir

Sehubungan dengan hal ini, agar saudara ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan menyertakan 2-5 orang dari Himpunan Mahasiswa jurusan Sauadara.

Demikian surat ini disampaikan, atas perhatian dan kerjasama saudara kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami;






Menyetujui;




Mengetahui;

Senin, 24 Januari 2011

5 Jenis Keterampilan Dasar Konseling

Sebagai fasilitator penyelenggaraan konseling, seorang konselor harus memiliki berbagai keterampilan dasar konseling agar mencapai tujuan konseling yang efektif. Pada Jendela Konseling kali ini dibahas tentang 5 jenis keterampilan dasar konseling yaitu atending, mengundang pembicaraan terbuka, paraphrase, refleksi perasaan dan konfrontasi.
Keterampilan Atending

Keterampilan atending merupakan usaha pembinaan untuk menghadirkan klien dalam proses konseling. Keterampilan dasar ini harus dikuasai oleh konselor karena keberhasilan membangun kondisi awal akan menentukan proses dan hasil konseling yang diselenggarakan. Penciptaan dan pengembangan atending dimulai dari upaya konselor menunjukkan sikap empati, menghargai, wajar dan mampu mengetahui atau paling tidak mengantisipasi kebutuhan yang dirasa klien.

Aspek-aspek keterampilan atending adalah:
a. Posisi badan(termasuk gerak isyarat dan ekspresi muka)
    - Duduk dengan badan menghadap klien
    - Tangan kadang-kadang digunakan untuk menunjukkan gerak isyarat yang sedang dikomunikasikan secara verbal.
    - Merespon dengan ekspresi wajah, seperti senyum spontan atau anggukan kepala sebagai tanda setuju.
    - Badan tegak lurus tetapi tidak kaku atau kalau perlu bisa dicondongkan ke arah klien untuk menunjukkan kebersamaan.
b. Kontak mata
    - Melihat klien terutama pada waktu bicara.
    - Menggunakan pandangan spontan yang menunjukkan minat atau keinginan untuk merespon.
c. Mendengarkan
    - Memelihara perhatian penuh yang terpusat pada klien.
    - Mendengarkan apapun yang dikatakan klien.
    - Mendengarkan keseluruhan pribadi klien (kata-kata, perasaan dan perilakunya)
    - Memahami keseluruhan pesannya.

Keterampilan Mengundang Pembicaraan Terbuka

Keterampilan ini digunakan ketika konselor melakukan wawancara dengan klien. Ajakan terbuka untuk berbicara memberi kesempatan klien agar mengeksplorasi dirinya sendiri dengan dukungan pewawancara. Pertanyaan terbuka membuka peluang klien untuk mengemukakan ide perasaan dan arahnya tanpa harus menyesuaikan dengan setiap kategori yang telah ditentukan oleh pewawancara.

Contoh-contoh pertanyaan yang disarankan adalah:
a. Membantu memulai wawancara
    - “Apa yang akan Anda bicarakan hari ini?”
b. Membantu menguraikan masalah
    - ”Cobalah Anda menceritakan lebih banyak lagi tentang hal itu!”
    - ”Bagaimana perasaan Anda pada saat kejadian itu?”
c. Membantu memunculkan contoh-contoh perilaku khusus sehingga pewawancara dapat memahami dengan lebih baik apa yang dijelaskan oleh klien.
    - ”Apa yang Anda rasakan pada saat Anda menceritakan hal ini kepada saya?”
    - ”Bagaimana perasaan Anda selanjutnya pada saat itu?”

Contoh-contoh pertanyaan yang tidak disarankan adalah:
a. Pemakaian pertanyaan tertutup yang terlalu sering.
    - ”Apakah telah terjadi perbaikan sejak pertemuan kita yang terakhir?”
b. Pengajuan pertanyaan lebih dari satu pada saat yang sama.
    - ”Apakah Anda harus memasuki pekerjaan itu?”
c. Pengajuan pertanyaan ”Mengapa”, karena pertanyaan ini sering menyudutkan orang dan sukar dijawab.
    - ”Mengapa Anda tidak bergaul dengan baik?”
d. Memasukkan jawaban dalam pertanyaan.
    - ”Anda sebenarnya belum mengerti hal itu pada saat  Anda mengatakan tentang ayahnya, bukan?”

Keterampilan Paraprase

Paraprase adalah suatu keterampilan dasar dalam konseling yang bertujuan untuk memperbaiki hubungan antar pribadi. Esensi dari keterampilan ini adalah pengulangan kata-kata atau pemikiran-pemikiran kunci dari klien yang dirumuskan oleh konselor sendiri. Maksud dari kegiatan paraprase adalah: (1) menyampaikan kepada klien bahwa konselor bersama klien, dan konselor berusaha memahami apa yang dinyatakan klien; (2) mengkristalisasi komentar klien dengan lebih singkat sehingga membantu mengarahkan wawancara; dan (3) memberi peluang untuk memeriksa kecermatan persepsi konselor. Kegiatan paraprase bukan merupakan upaya untuk membaca apa yang terlintas di benak, tetapi suatu bantuan untuk memperoleh klarifikasi tambahan yang cermat.

Cara memparaprase adalah sebagai berikut:
a. Dengarkan pesan utama klien.
b. Nyatakan kembali kepada klien ringkasan pesan utamanya secara sederhana dan singkat.
c. Amati pertanda atau meminta respon dari klien tentang kecermatan paraprase.

Berikut paraprase yang tidak disarankan:
a. Analisis, interpretasi, atau pertimbangan nilai tentang pesan klien yang dimaukkan dalam respon konselor.
b. Respon konselor hanya tertuju kepada bagian kecil dari pesan klien, bukan tema utamanya.
c. Pemakaian kata-kata paraprase atau prase yang tidak tepat dalam wawancara (kata-kata teknis, istilah psikologi yang berlebihan)

Keterampilan Refleksi  Perasaan

Refleksi perasaan merupakan keterampilan konselor untuk merespon keadaan perasaan klien terhadap situasi yang sedang dihadapi. Kemampuan ini akan mendorong dan merangsang klien untuk mengemukakan segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah yang sedang dihadapinya.  Merefleksi perasaan klien merupakan suatu teknik yang ampuh, karena melalui tindakan keterampilan tersebut akan terwujud suasana keakraban dan sekaligus pemberian empati dari konselor kepada klien. Esensi dari keterampilan ini adalah untuk mendorong dan merangsang klien agar dapat mengekspresikan bagaimana perasaan tentang situasi yang sedang dialami.

Aspek-aspek keterampilan refleksi perasaan adalah:
a. Mengamati  perilaku klien
    Pengamatan ini terutama ditujukan pada postur tubuh dan ekspresi wajah klien.
b. Mendengarkan dengan baik
    Penekanannya pada usaha mendengarkan dengan cermat intonasi suara klien dan kata-kata yang diucapkan.
c. Menghayati pesan yang dikomunikasikan klien.
    Tindakan ini dimaksudkan untuk memahami dan menangkap isi pembicaraan klien.
d. Mengenali perasaan-perasaan yang dikomunikasikan klien.
e. Menyimpulkan perasaan yang sedang dialami klien.
f.  Menyeleksi kata-kata yang tepat untuk melukiskan perasaan klien.
g. Mengecek kembali perasaan klien.
    Untuk meyakinkan apakah respon yang diberikan konselor tepat atau tidak, konselor hendaknya melakukan pengecekan kembali dengan cara mengamati jawaban dan ekspresi klien setelah respons itu disampaikan.

Keterampilan Konfrontasi

Konfrontasi dalam wawancara konseling dimaknai sebagai pemberian tanggapan terhadap pengungkapan kontradiksi dari klien. Konfrontasi yang efektif tidak menyerang klien, tetapi merupakan tanggapan khusus dan terbatas tentang perilaku klien yang tidak konsisten. Penggunaan keterampilan ini mensyaratkan beberapa tingkat kepercayaan dalam hubungan konseling yang telah dikembangkan melalui keterampilan-keterampilan lain. Nada suara, cara mengintroduksi konfrontasi, sikap badan dan ekspresi wajah, serta tanda-tanda non verbal lainnya merupakan faktor-faktor utama dalam menerapkan keterampilan ini.

Contoh-contoh materi yang secara umum diberikan konfrontasi dalam proses konseling adalah:
a. Kontradiksi antara isi pernyataan dan cara mengatakan.
    Konselor: ”Bagaimana khabar Anda hari ini?”
    Klien   : Oh..(suara datar) dalam keadaan baik-baik saja” (suara rendah, sikap dan posisi tubuh tampak gelisah)
    Konselor: ”Anda mengatakan baik-baik saja, tetapi suara dan sikap Anda nampak menunjukkan kegelisahan?”
b. Tidak konsisten antara apa yang diinginkan dan apa yang dilakukan oleh klien.
c. Tidak konsisten antara apa yang dikatakan klien dengan reaksi yang diharapkan oleh konselor.


(Narasumber: Prof.Dr. DYP Sugiharto, M.Pd Kons)

Kamis, 20 Januari 2011

Fungsi, Prinsip dan Asas Bimbingan dan Konseling

Fungsi Bimbingan dan Konseling adalah :
  1. Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
  2. Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.
  3. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan, diantaranya : bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex). 
  4. Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseli. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karyawisata.
  5. Fungsi Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.
  6. Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.
  7. Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli.
  8. Fungsi Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.
  9. Fungsi Perbaikan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif.
  10. Fungsi Fasilitasi, memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli.
  11. Fungsi Pemeliharaan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik, rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseli
Fungsi, Prinsip dan Asas Bimbingan dan Konseling
Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan, baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. Prinsip-prinsip itu adalah:
  1. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua konseli. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua konseli atau konseli, baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah; baik pria maupun wanita; baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif); dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual).
  2. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. Setiap konseli bersifat unik (berbeda satu sama lainnya), dan melalui bimbingan konseli dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah konseli, meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok.
  3. Bimbingan menekankan hal yang positif. Dalam kenyataan masih ada konseli yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan, karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut, bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan, karena bimbingan merupakan cara untuk membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri, memberikan dorongan, dan peluang untuk berkembang.
  4. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor, tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Mereka bekerja sebagai teamwork.
  5. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. Bimbingan diarahkan untuk membantu konseli agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada konseli, yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. Kehidupan konseli diarahkan oleh tujuannya, dan bimbingan memfasilitasi konseli untuk memper-timbangkan, menyesuaikan diri, dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan, tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan konseli untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan.
  6. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah, tetapi juga di lingkungan keluarga, perusahaan/industri, lembaga-lembaga pemerintah/swasta, dan masyarakat pada umumnya. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek, yaitu meliputi aspek pribadi, sosial, pendidikan, dan pekerjaan.
Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut.
  1. Asas Kerahasiaan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin.
  2. Asas kesukarelaan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli (konseli) mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut.
  3. Asas keterbukaan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura, baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli (konseli). Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. Agar konseli dapat terbuka, guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura.
  4. Asas kegiatan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong konseli untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya.
  5. Asas kemandirian, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling, yakni: konseli (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi konseli-konseli yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian konseli.
  6. Asas Kekinian, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan konseli (konseli) dalam kondisinya sekarang. Pelayanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang.
  7. Asas Kedinamisan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu.
  8. Asas Keterpaduan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling, baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain, saling menunjang, harmonis, dan terpadu. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
  9. Asas Keharmonisan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada, yaitu nilai dan norma agama, hukum dan peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan kebiasaan yang berlaku. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. Lebih jauh, pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan konseli (konseli) memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai dan norma tersebut.
  10. Asas Keahlian, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Dalam hal ini, para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling.
  11. Asas Alih Tangan Kasus, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua, guru-guru lain, atau ahli lain ; dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/03/14/fungsi-prinsip-dan-asas-bimbingan-dan-konseling/